Lumut
Lumut dalam bahasa sehari-hari (kolokial) merujuk pada sekelompok vegetasi kecil yang tumbuh pada tempat lembab atau perairan dan biasanya tumbuh meluas menutupi permukaan. Di perairan lumut dapat menutupi dasar atau dinding sungai atau danau. Secara botani, lumut dapat digolongkan menjadi beberapa divisio:
- Chlorophyta, alga hijau; beberapa alga hijau yang berwujud berkas-berkas memanjang tanpa memperlihatkan spesifikasi organ yang jelas dapat disebut lumut
- Anthocerophyta, lumut tanduk; yaitu semacam lumut hati namun memiliki organ sporofor berbentuk tanduk
- Marchantiophyta, lumut hati; yaitu lumut yang berwujud seperti piringan datar berlapis menutupi permukaan batu atau dinding
- Bryophyta, lumut sejati; yaitu tumbuhan lumut yang terlihat memiliki pembagian organ yang jelas
Kalajengking
Kalajengking. Di Animal Kaiser binatang ini dibagi menjadi tiga, yaitu Red Scorpion, Dark Scorpion, dan Florida Bark Scorpion; di mana Red Scorpion adalah kartu Gold Rare dengan power 7000 dan health 6500. Scorpy adalah sebuah arthropoda dengan delapan kaki, termasuk dalam ordo Scorpiones dalam kelas Arachnida. Dalam kelas ini juga termasuk laba-laba, harvestmen, akarina, dan caplak. Ada sekitar 2000 spesies kalajengking. Mereka banyak ditemukan selatan dari 49° U, kecuali New Zealand dan Antarctica.
Seluruh spesies kalajengking memiliki bisa. Pada umumnya, bisa kalajengking termasuk sebagai neurotoxin. Suatu pengecualian adalah Hemiscorpius lepturus yang memiliki bisa cytotoxic. Neurotoxin terdiri dari protein kecil dan juga sodium dan potassium, yang berguna untuk mengganggu transmisi neuro sang korban. Kalajengking menggunakan bisanya untuk membunuh atau melumpuhkan mangsa mereka agar mudah dimakan.
Bisa kalajengking lebih berfungsi terhadap arthropod lainnya dan kebanyakan kalajengking tidak berbahaya bagi manusia; sengatan menghasilkan efek lokal (seperti rasa sakit, pembengkakan). Namun beberapa spesies kalajengking, terutama dalam keluarga Buthidae dapat berbahaya bagi manusia. Salah satu yang paling berbahaya adalah Leiurus quinquestriatus, dan anggota dari genera Parabuthus, Tityus, Centruroides, dan terutama Androctonus. Kalajengking yang paling banyak menyebabkan kematian manusia adalah Androctonus australis.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kalajengking
Kelelawar dan Kalong
Kelelawar adalah mamalia yang dapat terbang yang berasal dari ordo Chiroptera dengan kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap.
Kalong adalah anggota bangsa kelelawar (Chiroptera) yang tergolong dalam familia Pteropodidae, satu-satunya familia anggota subordo Megachiroptera. Kata “kalong” seringkali digunakan alih-alih kelelawar dalam percakapan sehari-hari, walaupun secara ilmiah hal ini tidak sepenuhnya tepat, karena tidak semua kelelawar adalah kalong. Kalong adalah herbivora, dan hanya memakan buah-buahan atau menghisap nektar dari bunga. Walaupun kalong pada umumnya lebih besar daripada kelelawar, namun tidak semuanya demikian. Ada juga beberapa spesies yang panjangnya hanya sekitar 6 sentimeter.
Kalong memiliki mata yang besar sehingga walaupun tidak setajam mata manusia, mereka dapat melihat kala fajar atau di dalam gua yang gelap. Indra yang secara utama digunakan untuk navigasi adalah daya penciumannya yang tajam. Mereka tidak mengandalkan diri pada daya pendengaran seperti halnya kelelawar, dengan kekecualian satu spesies kalong Mesir (Rousettus egyptiacus).
Walaupun kelelawar secara umum dapat ditemukan di seluruh dunia, kalong hanya ditemukan di daerah-daerah tropis di Asia, Afrika dan Oceania.
Jenis-jenis yang populer:
- Kalong kapuk atau kalong besar (Pteropus vampyrus). Biasanya orang menyebut “kalong” untuk menyebut jenis ini.
